Gadis Virtual Itu Bernama Imma

Salah satu style Imma, sang gadis dan model Virtual Jepang yang memukau netizen. -- Foto: Instagram

Sosiolog Prancis, Jean Baudrillard mengenalkan istilah hiperealitas atau hyperreality pada 1981 lewat bukunya yang bertajuk “Simulacra and Simulation”. Ia pun membayangkan manusia-manusia yang hidup berteknologi tinggi, dihadapkan pada situasi di mana ia sulit membedakan antara kenyataan dan fantasi.

Tipikal manusia modern yang terpesona oleh produk ternologi canggih tersebut, tampak pada kecenderungan banyak orang yang sulit membedakan antara hal-hal nyata dan animasi. Bahkan dalam banyak contoh kasus, sesuatu yang animatif justru menggoda dan cukup dinikmati layaknya sebuah kenyataan.

Tentu kita belum lupa ketika sang model cantik asal Jepang bernama Imma belum lama ini, memukau warganet dengan memuja penampilan serta kecantikannya. Tidak heran jika akun Instagramnya memiliki sebanyak 69,1 ribu pengikut dan Twitternya sebanyak 4.918 Follower.

Akan tetapi sadarkah kita bahwa sang gadis cantik Imma yang banyak penggemarnya itu, hanya model virtual yang kelihatan seperti model fashion nyata?. Ironisnya, penampilan memukau sang gadis virtual Imma kemudian dianggap ancaman bagi masa depan dunia model nyata yang dinilai akan tersaingi oleh model-model virtual.

Lalu siapa yang menemuciptakan model virtual ini? Beberapa sumber menyebutkan bahwa Imma si gadis virtual itu merupakan model yang diciptakan oleh perusahaan CGI (Computer Generated Imagery) ModelingCafe.
Hanya saja yang membuat ia menarik karena sang Imma memiliki akun Instagram dan Twitter. Dengan begitu, kalangan netizen mengira ia adalah sang model Jepang yang lagi naik daun.(int-bt)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*